Apakah Osteria Gia Halal? Menunya Memuat Babi dan Alkohol

Jawaban singkat (dicek 14 September 2026): Osteria Gia bukan restoran bersertifikat halal. Menu yang dikutip di bawah (menu Osteria Gia dari situs Ismaya, April 2019) memuat hidangan berbahan babi dan minuman beralkohol, dan pencarian “Osteria Gia” di Cek Produk Halal BPJPH tidak menemukan sertifikat apa pun.

Jika Anda merupakan warga ibu Kota Jakarta yang menyukai hidangan asal Italia, tentu sudah tidak asing lagi dengan restoran Osteria Gia bukan?

Osteria Gia bisa dikatakan merupakan salah satu restoran Italia premium yang menyajiakn berbagai kuliner dari negeri colosseum tersebut. Namun yang jadi pertanyaan adalah, apakah makanan di Osteria Gia halal atau tidak?

Jawaban dari pertanyaan diatas tentu harus diketahui oleh setiap muslim yang ingin menyantap hidangan di restoran tersebut. Karena jika ternyata makanan-makanannya mengandung zat haram, maka tentu Anda tidak diperkenankan untuk berkuliner disana.

Berangkat dari hal tersebut, pada artikel ini kami akan sedikit mengupas status kehalalan makanan di Osteria Gia.

Mengenal Osteria Gia

Osteria Gia adalah salah satu dari sekian banyak restoran berkonsep hidangan ala Italia yang ada di Indonesia. Restoran ini didirikan dan dikelola Ismaya Group.

Ismaya Group sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang hospitality yang membawahi beberapa restoran, bar dan katering serta penyelenggara acara musik. Karena itu, selain Osteria Gia, banyak sekali resto n bar yang berada di bawah group ini. Diantaranya, Blowfish, Social House, Pasta de Waraku, Sushigroove, Pizza e Birra, Dragonfly, Puro, Mr. Curry, Kitchenette dan Magnum Cafe.

Nama osteria sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti “warung”. Penamaan tersebut sebagai tanda bahwa konsep yang diusung restoran ini adalah lebih sederhana dan kasual, sehingga berbeda dengan kebanyakan restoran Italia lain yang hadir dengan konsep fine dining.

Namun meskipun sederhana, Osteria Gia hadir dengan interior yang begitu elegan dan menawan. Dekorasinya didominasi oleh warna coklat keemasan yang membawa suasana kehangatan.

Layaknya restoran Italia lainnya, restoran ini menawarkan menu standar seperti beragam jenis pizza dan pasta. Hanya saja, menu di Osteria Gia dibuat memakai racikan yang khusus dengan penampilan yang unik di bawah arahan Chef professional asal Italia, yaitu Tommaso Gonfiantini.

Berikut ini daftar lengkap menu di Osteria Gia yang kami kutip langsung dari website Ismaya Group:

Menu makanan Osteria Gia berisi antipasti, pasta, pizza, dan secondi, termasuk hidangan berbahan babi seperti crispy pork belly dan iberico porchetta
Menu Makanan
Menu minuman Osteria Gia berisi koktail Negroni, Spritz, wine, dan bir di samping sampul menu bertuliskan Osteria Gia
Menu Minuman

Dilihat dari menu-menu di atas, tampak jelas bahwa Osteria Gia menyajikan beberapa menu yang didalamnya mengandung pork atau daging babi. Misalnya pizza atau spagetti dengan toping daging babi.

Adapun untuk minumannya, sangat jelas sekali bahwa hampir seluruh minuman yang disajikan adalah berbagai jenis bir yang mengandung alkohol alias khamr. Sebut saja wine, cocktail, dan yang lainnya.

Dari fakta-fakta tersebut, lantas bagaimana status kehalalan Osteria Gia?

Osteria Gia Halal atau Haram?

Untuk menjawab seputar hukum mengonsumsi makanan di restoran ini tampaknya satu hadits dari Baginda Nabi Muhammad Saw dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi Anda.

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Tsa’labah Al-Khasyani, dia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, berikut pertanyaan dan jawabannya:

إِنَّا نُجَاوِرُ أَهْلَ الْكِتَابِ وَهُمْ يَطْبُخُونَ فِي قُدُورِهِمُ الْخِنْزِيرَ وَيَشْرَبُونَ فِي آنِيَتِهِمُ الْخَمْرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَهَا فَكُلُوا فِيهَا وَاشْرَبُوا وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَارْحَضُوهَا بِالْمَاءِ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

Artinya: “Kami bertetangga dengan Ahli Kitab, mereka menggunakan panci-panci mereka untuk memasak babi dan meminum khamar dari wadah-wadah mereka. Maka Rasulullah Saw bersabda; ‘Sesungguhnya jika kalian mendapatkan selainnya, maka makan dan minumlah darinya, dan jika tidak kalian dapatkan selainnya, maka cucilah dengan air, lalu makan dan minumlah (darinya).”

Dari hadits di atas, setidaknya dapat ditarik dua kesimpulan, yaitu:

1. Jika masih ada tempat makan lain yang tidak menyediakan khamr dan babi, maka lebih baik bagi Anda untuk makan di tempat yang tidak menyediakan khamr dan babi tersebut.

2. Jika kondisinya anda terpaksa, sehingga Anda tidak memiliki tempat lain untuk makan selain restoran tersebut. Maka Anda diperkenankan untuk makan disana selama memastikan bahwa wadah tempat makannya sudah disucikan terlebih dahulu.

Pengecekan Sertifikat Halal (14 September 2026)

Pencarian “Osteria Gia” sebagai nama produk di Cek Produk Halal BPJPH menampilkan keterangan “Data tidak ditemukan”, begitu pula pencarian nama pelaku usaha “osteria”:

Hasil pencarian nama produk Osteria Gia di Cek Produk Halal BPJPH dengan keterangan Data tidak ditemukan
Hasil pencarian “Osteria Gia” di Cek Produk Halal BPJPH, 14 September 2026. (Tangkapan layar: bpjph.halal.go.id)

Karena tidak ada satu pun sertifikat atas nama Osteria Gia, status ini berlaku untuk semua cabangnya, termasuk yang sering ditanyakan di Surabaya. Menu antarcabang bisa berbeda, tetapi selama restoran menyajikan babi dan alkohol dari dapur yang sama, pilihan paling aman adalah restoran Italia yang sudah bersertifikat halal. Kondisi serupa juga ada di restoran Union Jakarta, lihat ulasan Red Velvet Union.

Wallaahu A’lam

Temukan status halal restoran lain:

Cokelat Import Halal

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Osteria Gia halal?

Osteria Gia bukan restoran bersertifikat halal. Menu yang dikutip artikel ini memuat hidangan berbahan babi dan minuman beralkohol, dan pencarian “Osteria Gia” di Cek Produk Halal BPJPH pada 14 September 2026 tidak menemukan sertifikat apa pun.

Menu apa saja di Osteria Gia yang tidak halal?

Terdapat menu yang mengandung pork atau daging babi, misalnya pizza dan spageti dengan topping daging babi. Untuk minumannya, hampir seluruh yang disajikan adalah minuman beralkohol seperti wine dan cocktail.

Apakah cabang Osteria Gia di kota lain halal?

Tidak ada satu pun sertifikat atas nama Osteria Gia, sehingga status ini berlaku untuk semua cabangnya, termasuk yang sering ditanyakan di Surabaya.

Bolehkah makan di restoran yang menyajikan babi dan khamr?

Berdasarkan hadits riwayat Abu Daud dari Abu Tsa’labah al-Khasyani, jika masih ada tempat makan lain yang tidak menyediakan khamr dan babi, lebih baik Anda makan di sana. Jika terpaksa tidak ada pilihan lain, wadah makannya dicuci dengan air terlebih dahulu.

Bagaimana kami memeriksa status halal dan izin edar produk: baca Metodologi Verifikasi & Kebijakan Koreksi Halalan.id.