Pertanyaan tentang telur pitan hampir selalu muncul bersama satu kabar yang sama: katanya telur ini direndam air kencing kuda. Kabar itulah yang membuat banyak orang ragu, dan yang membuat pertanyaan halal atau haramnya terus dicari.
Jawaban singkatnya, berdasarkan pengecekan kami di basis data resmi pada 20 Oktober 2026: sudah ada beberapa produk telur pitan yang bersertifikat halal BPJPH, dari produsen berbadan usaha maupun perorangan. Dan soal air kencing kuda, klaim itu tidak masuk akal secara kimia — alasannya akan kami jelaskan dengan angka.
Tetapi ada satu hal lain yang jarang dibahas dan justru lebih layak diperhatikan daripada mitos tersebut, yaitu soal kandungan timbal pada metode pembuatan tradisional. Kami bahas di bagian akhir.
Apa Itu Telur Pitan dan Bagaimana Dibuat
Telur pitan adalah telur itik atau ayam yang diawetkan sampai putihnya berubah menjadi cokelat gelap bening seperti jeli, dan kuningnya menjadi hijau kelabu dengan tekstur lembut. Di Indonesia ia juga dikenal sebagai telur hitam atau telur bitan, dan dalam bahasa Inggris disebut century egg.
Metode tradisionalnya memakai campuran abu kayu, kapur tohor atau kalsium oksida, garam, dan lempung, kemudian telur digulingkan dalam sekam padi dan didiamkan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sebagian resep menambahkan air rebusan teh pada pastanya.
Metode modern lebih singkat. Telur direndam dalam larutan garam, kalsium hidroksida, dan natrium karbonat selama sekitar sepuluh hari, lalu disimpan beberapa minggu untuk menghasilkan telur dengan karakter serupa.
Inti dari kedua metode itu sama: menaikkan tingkat kebasaan telur. Perubahan warna, tekstur, dan aroma yang khas adalah hasil dari reaksi kimia karena pH yang naik, bukan dari pembusukan.
Mitos Air Kencing Kuda dan Kenapa Tidak Masuk Akal
Mitos ini bukan sekadar gosip lokal. Di Thailand dan Laos, telur ini bahkan punya sebutan yang secara harfiah berarti telur air kencing kuda. Jadi wajar bila kabarnya sampai ke Indonesia dan bertahan lama.
Masalahnya, klaim itu gugur ketika diuji dengan angka. Proses pembuatan telur pitan memerlukan kondisi basa dengan pH sekitar 9 sampai 12, dan paling ideal di sekitar 11. Sementara air kencing kuda memiliki pH sekitar 7,5 sampai 7,9 — nyaris netral.
Selisih itu bukan perkara sedikit. Skala pH bersifat logaritmik, sehingga perbedaan tiga sampai empat angka berarti perbedaan kebasaan ribuan kali lipat. Cairan dengan pH 7,9 tidak akan menghasilkan perubahan protein seperti yang terjadi pada telur pitan, berapa lama pun direndam.
Dengan kata lain, bahan yang bisa menghasilkan telur pitan harus jauh lebih basa daripada air kencing — dan bahan itu memang kapur dan abu, sebagaimana resep yang digunakan sejak dulu.

Status Halal Telur Pitan di Basis Data Resmi
Alih-alih berhenti pada penalaran bahan, kami memeriksa langsung apakah ada telur pitan yang sudah bersertifikat halal. Hasilnya ada, dan jumlahnya tidak sedikit.
| Nama produk terdaftar | Pendaftar | Tanggal |
|---|---|---|
| Telur Pitan | PT Mil Kreasi Bersaudara | 5 Agustus 2026 |
| Telur Pitan Jahe | PT Fajar Abadi Jaya Perkasa | 4 Agustus 2026 |
| Telur Pitan | Muhibun | 6 Agustus 2026 |
| Telur Pitan | Sesilia Kenny Aprillia | 26 Juni 2026 |
| Telur Hitam (Phitan/Pidan/Bitan/Century Egg) | Jayadi | 23 Juli 2026 |
Pencarian dengan kata kunci “telur pitan” menghasilkan sekitar 49 baris, sementara “century egg” menghasilkan 23 baris. Sebagian di antaranya adalah menu olahan di rumah makan, bukan telur pitan kemasan.
Keberadaan sertifikat ini menjawab pertanyaannya dari arah yang paling kuat: bukan sekadar menyimpulkan bahannya tidak haram, melainkan menunjukkan bahwa ada produk yang sudah melewati pemeriksaan lembaga dan tercatat resmi.
Kenapa Telur Pitan Tetap Perlu Dicek Per Produk
Adanya produk bersertifikat tidak berarti semua telur pitan yang beredar otomatis bersertifikat. Keduanya hal berbeda, dan pembedaan ini berlaku untuk semua jenis produk.
Telur pitan banyak dijual dalam bentuk curah di pasar, tanpa kemasan dan tanpa nomor yang bisa ditelusuri. Sebagian juga merupakan produk impor dengan label berbahasa asing. Untuk produk semacam itu, status sertifikatnya tidak dapat dipastikan hanya dari penampilannya.
Cara memeriksanya sama seperti produk lain: cari nama produk atau nama pelaku usahanya di basis data resmi, lalu cocokkan dengan yang tertera pada kemasan. Panduan lengkapnya ada di cara cek sertifikat halal produk.
Perlu diingat juga bahwa kata “pitan” cukup umum dan bisa bertabrakan dengan nama produk lain saat dicari. Jebakan semacam ini kami bahas di cek halal makanan sering salah hasil.
Kenapa Keraguan soal Telur Pitan Bertahan Lama
Mitos biasanya tidak bertahan puluhan tahun tanpa alasan. Dalam kasus ini, setidaknya ada tiga hal yang membuatnya mudah dipercaya.
Penampilannya memang tidak biasa. Putih telur yang menghitam dan beraroma menyengat memicu kecurigaan secara naluriah. Makanan yang terlihat seperti sudah rusak sulit diterima begitu saja, bahkan ketika penjelasannya tersedia.
Prosesnya tidak terlihat. Berbeda dari telur asin yang cara pembuatannya umum diketahui, pengolahan telur pitan berlangsung berminggu-minggu di dalam lapisan lempung dan sekam. Yang tidak terlihat mudah diisi oleh dugaan.
Ada akar linguistik yang memperkuatnya. Sebutan telur air kencing kuda di beberapa negara tetangga membuat mitos itu terdengar seperti pengetahuan umum, bukan rumor. Nama yang sudah melekat jauh lebih sulit dikoreksi daripada kabar biasa.
Karena itu menjawabnya dengan “bahannya halal kok” biasanya tidak cukup meyakinkan. Yang lebih menenangkan adalah penjelasan mengapa bahan yang dituduhkan secara teknis tidak mungkin dipakai, ditambah bukti sertifikat yang bisa diperiksa sendiri.
Catatan Kesehatan yang Lebih Layak Diperhatikan
Bila mitos air kencing kuda sudah gugur, ada satu hal lain yang justru punya dasar dan jarang disebut: kandungan timbal pada sebagian telur pitan yang dibuat dengan metode tradisional.
Beberapa sumber menyebut proses tradisional berisiko menghasilkan oksida timbal, karena senyawa timbal pernah digunakan untuk mempercepat dan menyeragamkan proses. Satu sumber menyarankan membatasi konsumsi pada kisaran dua butir per hari.
Kami sampaikan terbuka bahwa informasi ini bervariasi antarsumber dan kami tidak menemukan angka resmi dari otoritas keamanan pangan Indonesia. Produsen modern umumnya memakai metode tanpa timbal, dan sebagian mencantumkannya sebagai keterangan pada kemasan.
Sikap yang proporsional: untuk produk kemasan yang terdaftar, risiko ini jauh lebih terkendali karena melewati pemeriksaan mutu. Untuk telur pitan curah tanpa keterangan apa pun, kehati-hatian wajar diterapkan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
Bukan Benar-Benar “Telur Seribu Tahun”
Julukan telur seratus tahun atau telur seribu tahun kerap membuat orang mengira telur ini disimpan selama itu, lalu menyimpulkan pasti sudah busuk dan tidak layak dimakan.
Julukan itu hanya kiasan atas penampilannya yang gelap dan beraroma kuat. Waktu pembuatan sebenarnya berkisar beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung metodenya.
Pembedaan ini relevan untuk pertanyaan kehalalan, karena sebagian keraguan muncul dari anggapan bahwa telur pitan adalah telur busuk. Yang terjadi bukan pembusukan oleh mikroba, melainkan perubahan protein akibat kondisi basa — proses yang terkendali dan disengaja.
Perlu dibedakan pula antara pertanyaan kehalalan bahan dan status administratif sertifikatnya. Produk yang belum bersertifikat tidak otomatis berarti haram, dan sebaliknya sertifikat tidak mengubah sifat bahan yang memang sudah halal. Pembedaan ini kami uraikan di belum bersertifikat halal apakah haram.
Telur Pitan dan Perubahan Jadwal Wajib Halal
Satu konteks yang relevan bila Anda membandingkan artikel ini dengan tulisan lain yang beredar.
Produk makanan dan minuman dari usaha menengah dan besar sudah lebih dulu wajib bersertifikat halal. Sementara untuk usaha mikro dan kecil, masa penahapannya diperpanjang hingga 2028 setelah pengumuman pemerintah pada 17 Oktober 2026.
Telur pitan banyak diproduksi usaha skala kecil, dan sebagian nama pendaftar yang kami temukan di basis data memang perorangan. Artinya, jumlah produk telur pitan bersertifikat kemungkinan masih akan bertambah secara bertahap, bukan melonjak serentak.
Bagi pembeli, konsekuensinya sederhana: dalam beberapa tahun ke depan Anda masih akan menemukan telur pitan tanpa sertifikat di pasaran, dan itu bukan tanda pelanggaran selama tidak disertai klaim halal tanpa dasar. Rincian perubahan jadwalnya kami bahas di wajib halal 2028.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jadi telur pitan halal atau haram?
Bahan dasarnya telur, kapur, abu, dan garam, yang semuanya tidak termasuk bahan haram. Pada pengecekan kami, sudah ada beberapa produk telur pitan yang bersertifikat halal BPJPH. Untuk produk tertentu yang Anda beli, statusnya tetap perlu dicek sendiri.
Benarkah telur pitan direndam air kencing kuda?
Tidak. Proses pembuatannya memerlukan pH sekitar 9 sampai 12, sedangkan air kencing kuda hanya sekitar 7,5 sampai 7,9. Bahan yang sebenarnya dipakai adalah kapur, abu kayu, dan garam.
Apakah telur pitan termasuk telur busuk?
Bukan. Perubahan warna dan aroma terjadi karena reaksi kimia akibat kondisi basa, bukan karena pembusukan oleh mikroba. Julukan telur seribu tahun hanya kiasan.
Bagaimana cara tahu telur pitan yang saya beli bersertifikat?
Cari nama produk atau nama produsennya di basis data resmi BPJPH, lalu cocokkan dengan nomor pada kemasan. Untuk telur pitan curah tanpa kemasan, statusnya memang sulit dipastikan.
Apakah telur pitan impor statusnya berbeda?
Kewajiban sertifikasi berlaku sama untuk produk dalam negeri maupun impor, dan sertifikat halal terbitan lembaga luar negeri tidak otomatis berlaku di Indonesia. Untuk telur pitan impor berlabel asing, keberadaan nama produknya di basis data BPJPH tetap menjadi penentu.
Apakah aman dikonsumsi setiap hari?
Sebagian sumber menyebut metode tradisional berisiko mengandung timbal dan menyarankan pembatasan jumlah. Informasi ini bervariasi antarsumber. Untuk konsumsi rutin, pilih produk kemasan terdaftar dan perhatikan keterangan pada label.
Penutup
Telur pitan adalah contoh bagus tentang bagaimana sebuah mitos bisa bertahan lebih lama daripada faktanya. Kabar air kencing kuda beredar puluhan tahun, sampai menjadi nama resmi di beberapa negara, padahal gugur hanya dengan membandingkan dua angka pH.
Dari sisi kehalalan, jawabannya kini tidak perlu berhenti pada penalaran bahan. Ada produk yang sudah bersertifikat dan tercatat, dan itu bentuk kepastian yang paling bisa diandalkan.
Seluruh data sertifikat di artikel ini berasal dari pencarian kami di basis data Cek Produk Halal BPJPH pada 20 Oktober 2026, bukan dari keterangan penjual. Nama pendaftar kami cantumkan supaya Anda dapat memverifikasinya sendiri. Perlu dicatat, tabel hasil pencarian tidak menampilkan masa berlaku sertifikat, sehingga keberadaan baris menunjukkan sertifikat pernah diterbitkan, bukan jaminan masih aktif hari ini.
Satu langkah untuk hari ini: kalau Anda punya telur pitan kemasan di rumah, cari nama produsennya di basis data resmi. Kalau ternyata cocok, Anda tidak perlu lagi bergantung pada kabar yang beredar di grup percakapan.

Berusaha membantu pembaca untuk mendapatkan rujukan terpercaya dalam mengarungi kehidupan sehari-hari secara Islami.
Bagaimana kami memeriksa status halal dan izin edar produk: baca Metodologi Verifikasi & Kebijakan Koreksi Halalan.id.